Permainan Paling Keterlaluan itu Dinas Pendidikan - Kata Kata Bijak

Permainan Paling Keterlaluan itu Dinas Pendidikan


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, tidak sedikit permainan biaya di Dinas Pendidikan. Permainan itu semacam upaya penggelembungan biaya alias pengadaan barang dan jasa yang tidak butuh. Padahal, 47 persen gedung sekolah di Jakarta rusak, bahkan tidak laik pakai.

"Makanya, saya bilang, itu yang buat saya marah. Kepala sekolah kan telah minta pembetulan, kenapa biaya tidak dipakai untuk pembetulan sekolah? Malahan buat beli scanner, UPS (uninterruptible power supply), beli macem-macem kan," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Sebab itu, tahun ini, dirinya berupaya membenahi sistem maupun birokrasi Dinas Pendidikan. Tetapi, upayanya itu tidak dan-merta sukses.

Basuki kembali menemukan tidak sedikitnya upaya penggelembungan biaya program rehabilitasi sekolah. Anggaran-anggaran itu, dikualitas Basuki, tidak masuk akal.

"Masuk akal enggak (anggaran) rehab sekolah, satu sekolah Rp 30-Rp 50 miliar. Itu mau rehab apa bangun kampus?" kata Basuki lagi.

Sebab itu, Basuki mencoret biaya itu dan meminta konsultan menganalisis kembali. Akhirnya, Basuki terpaksa menunda semua rehabilitasi sekolah tahun ini. Pemprov DKI akan merehabilitasi sekolah dengan biaya tahun 2016.

"Jadi, di Dinas Pendidikan itu permainannya keterlaluan. Paling keterlaluan itu (Dinas) Pendidikan. Semua mau dicurangin, mau 'dimakan' itu duit. Dulu malahan (anggaran) KJP (Kartu Jakarta Pintar) pun 'dimakan'," kata Basuki.

Artikel Terkait Permainan Paling Keterlaluan itu Dinas Pendidikan :